Archive

Posts Tagged ‘Smartphone’

Yang Kekal Adalah Perubahan

August 8, 2010 Leave a comment

Kalau kita bisa kembali ke masa lalu, apa yang anda akan ubah? Faktanya kita tidak bisa kembali ke masa lalu, jadikanlah hari ini terang untuk masa mendatang (today for tomorrow), dan masa lalu adalah kenangan indah.

Masa depan adalah:

  • Mobile, jaringan internet dengan perangkat mobile. Informasi dalam gengaman. Smartphone, one for all: informasi (browser), lokasi (Map, GPS, aplikasi location base), kompas, foto (geolocation tag), komunikasi video (call, play video, conference), komunikasi suara (telephone), komunikasi data (Yahoo messenger, Google talk), event management (calender, to do list), contacts (contact list, Facebook, Twitter).
  • Robot, adalah alat, mesin untuk membantu memudahkan pekerjaan. Manusia menemukan alat untuk membantu, pengungkit untuk memudahkan memindahkan barang, roda untuk mempercepat mentransportasikan barang yang berat. Kemudian mesin mempercepat produksi. Robot mulai menggantikan manusia untuk pekerjaan yang berbahaya, memerlukan ketelitian yang tinggi. Mobil sudah banyak yang diproduksi dengan oleh robot, terutama bagian pengelasan. Anak-anak sekarang belajar bermain dengan robot.
  • Berkurangnya perjalanan bisnis (less travel). Komunikasi video conference dan video call mengurangi perjalanan. Meeting jarak jauh. Anda dapat mengerjakan lebih banyak pekerjaan ataupun bersantai bersama teman dan keluarga. Perjalanan membutuhkan banyak waktu, dan kemacetan. Jalan nantinya untuk truk container untuk transportasi semua barang-barang yang kita beli dari internet.
  • Massal, global. Internet menjangkau segala penjuru. Cari dan temukan. Sebagai pelanggan, pencari informasi, cari dan temukan informasi. Sebagai penjual, pastikan anda dapat dicari. Dunia adalah pasar.

Artinya, seluruh dunia adalah kompetisi anda. Dalam buku World is Flat, karya Thomas L. Friedman, yang ditulis pada tahun 2005, Amerika melihat outsourcing tenaga call center, programming, di India. Offshoring pabrik ke China, Meksiko. Tujuan dari outsourcing dan offshoring adalah pengurangan biaya produksi, karena tenaga kerja yang lebih murah di India, China, Meksiko.

Lalu bagaimana dengan penduduk Amerika? Mereka tidak lagi bekerja di pabrik, menjadi progammer, menjadi petugas penerima telepon. Mereka harus menjadi system analyst, engineer, troubleshooter. Karena kebutuhan yang terbatas, berarti yang kurang beruntung, berusaha di bidang lokal.

Lokal, adalah sesuatu yang harus tersedia di suatu tempat pada suatu saat. Artinya petugas makanan, teknisi komputer, petugas keamanan, penjaga toko.

Harga barang menjadi terjangkau, karena proses outsourcing, offshoring, dan satu lagi open source. Ada harga ada barang, terdiri dari beberapa mutu dan kualitas barang yang bisa menjadi pilihan.

Di TV Discovery maupun BBC Knowledge, di film-kan bagaimana sebuah barang dibuat. Contohnya sebuah obeng, melalui proses panjang untuk membentuk logam yang kuat, dan hampir semuanya digunakan mesin. Obeng tersebut tentu berkualitas tinggi. Pernahkan anda memiliki obeng yang hanya digunakan sesaat saja, karena ujungnya kalah kuat dibandingkan dengan sekrup? Bagaimana anda bisa membandingkan Victorinox dengan perangkat lain sejenis?

Untuk menjadi yang terbaik, diperlukan passion, kecintaan. Kecintaan, membuat kita berusaha dengan senang hati, informasi yang diterima lebih banyak dan lebih kuat di luar kesadaran.

Artikel ini ditulis juga di situs Bagaimana Membuat Bisnis Online. Karena internet memungkinkan kita untuk belajar terus menerus, mendapatkan informasi, serta menjangkau dunia.

Google vs Apple

January 25, 2010 1 comment

Apple punya iPhone, sekarang Google punya Nexus One. iPhone (tagline the internet in your pocket) adalah smartphone Apple dengan multi-Touch, layar besar 3.5 inch, accelerometer, digital Compass, Wifi, 3G, GPS, kamera 3 Mega Pixel, photo dan video geotagging, internal memory 16 GB atau 32 GB.

Nexus One dengan tagline web meet phone, adalah smartphone Google buatan HTC. Spesifikasi teknis dari Nexus One, operating system open source Android dari Google. 3.7 inch multitouch display, 5 mega pixel kamera dengan geotagging dan flash, AGPS, Wifi, 3G, memory 512 MB RAM, dan expandable memory sampai 32 GB dengan microSD.

Lalu kenapa Google terjun ke business smartphone? Business Week menduga karena iklan, dan masa depan adalah mobile computing.

Google senang mengakusisi startup baru, seperti membeli YouTube, dan mencoba membeli Facebook. Google kemudian membeli AdMob, perusahaan yang memimpin di iklan mobile, seharga US$ 750 juta.

Apple kemudian membeli Quattro Wireless, seharga US$ 275 juta, perusahaan iklan pengguna ponsel berdasarkan perilaku.

Pada mobile computing, tersedia aplikasi khusus untuk masing-masing tujuan. Setidaknya di iPhone, ada aplikasi Google Map untuk melihat peta. Flixster untuk melihat preview film, dan memberi tahu lokasi bioskop serta film yang diputar di sekitar kita. Hotelpal, untuk hotel, Starbuck, untuk melihat kedai kopi, Urbanspoon, untuk tempat makan, Yelp, untuk tempat makan, minum, belanja.

Jadi aplikasi di smartphone mengirimkan lokasi, kemudian server memberikan informasi yang kita butuhkan. Untuk aplikasi yang free, tentu saja disertakan juga iklan. Misalnya kita buka Urbanspoon, kemudian akan diinformasikan sejumlah tempat makan di sekitar kita dengan peta. Iklan akan menampilkan tempat makan, mungkin disertakan dengan promosi. Anda tertarik?

Nah disitulah peran Google maupun Apple dalam akusisi perusahaan mobile iklan, dan tentu saja pengaturan pada smartphone mereka. Riset Gartner, pada tahun 2009 pengeluaran mobile iklan adalah US$ 2 miliar, dibandingkan dengan US$ 60 milliar untuk internet.

Jadi siapa menguasai media, menguasai uang… Hal menarik lainnya adalah Operating System iPhone adalah Unix.