Home > Pendapat > Menulis Itu Susah: Thinking, Fast and Slow

Menulis Itu Susah: Thinking, Fast and Slow

200px-Thinking,_Fast_and_SlowMenulis itu susah. Saya sudah lama tidak menulis blog. Blog terakhir Januari 2012, berarti sudah dua tahun lebih. Kenapa saya menulis lagi? Karena saya perlu latihan, saya perlu untuk mendeskripsikan ide ke dalam bentuk alur, struktur, dan mudah dimengerti. Suatu hari, tercitakan resolusi untuk menulis lagi. Ide (cita-cita) hanya impian, impian harus diwujudkan, dengan pelaksanaan. Hari ini minggu, 9 Maret 2014, saya mengetik, menciptakan tulisan dari kumpulan ide. Kalimat yang akan ditulis dan diterbitkan, ada kalimat yang ditulis, kemudian dihapus, ada kalimat yang dipindah dari satu bagian ke bagian lain.

Saya ingin menulis secara cepat. Pertama, saya cari topik, dan beberapa ide inti dari tulisan tersebut. Dengan menggunakan Sistem 1, saya duduk di depan komputer, mulai menulis. Dalam buku Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman. Daniel Kahneman mengkategorikan cara berpikir kita dalam dua sistem: Sistem 1 dan Sistem 2. Sistem 1 adalah berpikir secara cepat, seperti refleks tanpa pikir panjang/ lama (contoh 2 + 2 = 4). Sistem 2 adalah upaya berpikir dengan usaha tambahan dan membutuhkan waktu (contoh 869 + 129).

Buku yang saya baca tahun lalu adalah David and GoliathWhat the Dog Saw karya Malcolm Gladwell. Saya adalah penggemar dari Malcolm Gladwell. Malcom Gladwell memiliki buku best seller Outlier, Tipping Point, Blink. Malcolm Gladwell menulis mengenai ilmu pengetahuan sosial, kesimpulan yang dia buat, disertai argumentasi yang diperkuat dari pengamatan ahli lainnya.

Topik yang saya ingin tuliskan adalah mengenai dua buku Malcolm Gladwell tersebut. Pada beberapa kalimat, saya mulai kesusahan dengan detail. Bagaimana saya menceritakan pertempuran antara David dan Goliath, yang merupakan inti cerita dari buku David and Goliath: yang tidak diperkirakan (underdog) menang melawan para calon pemenang. Pertama bagaimana saya menuliskan dalam bahasa Indonesia underdog. Saya mencari di Google Translate terjemahan dari underdog ke bahasa Indonesia. Underdog = kalahan, orang sial. Atau saya harus menggunakan kata pecundang (loser) ? Kemudian saya harus menerangkan kenapa David menang dari Goliath.

Saya tidak ingat secara benar dan detail dari buku David and Goliath, mengenai pertempuran tersebut: kekalahan Goliath disebabkan David menyerang kelemahannya. Goliath yang besar, kuat, prajurit dengan pengalaman tempur, mahir pertempuran jarak dekat. Goliath memiliki bagian mata atau pendengaran yang tidak baik. David menggunakan ketapel, menyerang dari sisi tersebut. Goliath pun terkalahkan.

Saya membutuhkan lebih dari lima menit hanya untuk menuliskan paragraph diatas. Saya harus menggunakan Sistem 2, berpikir mengenai pilihan kata, pilihan kalimat yang tepat, mengingat-ingat fakta di dalam buku. Sistem 1 saya hanya mengingat: David menyerang dari sisi tertentu dengan menggunakan katapel. Goliath dari sisi tersebut tidak dapat mendeteksi ketapel David. Membaca buku sekali lagi?

Bagaimana dengan inti dari seluruh buku ? Saya harus mencari, mempertimbangkan kesimpulan, memperkuat argumentasi saya mengenai ide cerita dari buku David and Goliath, menggunakan Sistem 2. Jadi saya harus menghabiskan waktu yang lama apabila saya memilih judul David and GoliathWhat the Dog Saw karya Malcolm Gladwell. Saya membatalkan judul tersebut, menulis sesuatu yang lebih mudah.

Saya mulai berpikir, kenapa saya susah menulis? Teringatlah saya pada buku Thinking, Fast and Slow. Buku setebal 500 halaman, dengan 100 halaman lampiran. Saya tidak suka dan pandai menulis, karena saya suka memilih mudah. Memilih menggunakan Sistem 1 daripada menggunakan Sistem 2. Malcolm Gladwell adalah penulis favorit saya, karena dia menulis cerita. Cerita mudah dipahami. Malcolm Gladwell menulis untuk orang seperti saya yang suka menggunakan Sistem 1. Dalam membaca Thinking, Fast and Slow, saya harus menggunakan Sistem 2, sampai saat ini, saya baru membaca sampai dengan halaman ke 127.

Saya mulai menulis, dimulai dari kalimat, kalimat menjadi paragraph, baca paragraph tersebut, perbaiki kata, perbaiki kalimat. Dari satu paragraph menjadi sebuah plot, setelah selesai, membaca beberapa kali, kemudian ubah, hapus, tambahkan. Selesai? Publish. Well, tulisan yang bagus harus disertai dengan referensi yang bagus. Semua link yang saya cantumkan belum saya baca sampai selesai. Saya tahu link tersebut bagus, saya akan baca kembali. Waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan tulisan ini adalah 2 jam.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: